Pertemuan V
- Logika : Silogisme
Apa sih itu
silogisme ?
Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari
dua putusan (premis) disimpulkan suatu putusan baru.
Prinsip : Jika premis
benar, maka simpulannya juga benar.
Terdapat dua
macam silogisme :
1. Silogisme
Kategoris
2. Silogisme
Hipotesis
-Silogisme
Kategoris-
Silogisme
kategoris adalah silogisme yang premis dan kesimpulannya adalah putusan
kategoris (pernyataan tanpa syarat)
Contoh :
M - P : Perbuatan
jahat itu haram
S - M : Menghina itu adalah perbuatan jahat
S - P :
Maka, menghina itu haram.
Catatan untuk silogisme
- Tentukan
lebih dulu simpulannya melalui kata-kata seperti : Maka dari itu, karena itu,
dll.
- Bila
kesimpulan sudah dirumuskan, tentukan alasannya. Alasan itu menunjukkan M (Term
Menengah)
- Bila S dan
P telah diketahui dalam simpulan, susunlah silogisme yang terdiri dari tiga
bagian, yaitu:
1.
Premis Mayor ( mengandung P dan M)
2.
Premis Minor ( mengandung S dan M)
3.
Simpulan ( mengandung S dan P)
Silogisme
kategoris dibedakan menjadi dua macam :
-
Silogisme kategoris tunggal
-
Silogisme kategoris majemuk
Silogisme
kategoris tunggal
Silogisme
ini mempunya dua premis, yang terdiri atas S, P, dan M.
Bentuk
silogisme tunggal :
1) M adalah
S dalam premis mayor dan P dalam premis minor
Syarat : Premis
minor harus berbentuk penegasan, sedangkan premis
mayor bersifat umum.
Contoh :
Setiap hewan
karnivora memakan daging (Premis Mayor)
Harimau
adalah hewan karnivora (Premis Minor)
Jadi,
Harimau memakan daging (Simpulan)
2) M menjadi
P dalam premis mayor dan minor.
Syarat : Salah
satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat
umum.
Contoh :
Monyet
adalah hewan pemakan pisang (Premis Mayor)
Ikan bukan
hewan pemakan pisang (Premis Mayor)
Jadi, Ikan
bukan monyet (Simpulan)
3) M menjadi
S dalam premis mayor dan minor.
Syarat : Premis
minor harus berupa penegasan dan simpulannya
bersifat partikular.
Partikular
itu seperti beberapa, sebagian, dsb.
Contoh :
Semua
manusia membutuhkan pendidikan (Premis Mayor)
Ada manusia
yang ekonominya lemah (Premis Minor)
Jadi, sebagian manusia
yang ekonominya lemah membutuhkan pendidikan (Simpulan)
4) M adalah
P dalam premis mayor dan S dalam premis minor.
Syarat : Premis
minor harus berupa penegasan sedangkan kesimpulan
bersifat partikular.
Contoh :
Maag adalah
penyakit (Premis Mayor)
Semua
penyakit menganggu kesehatan (Premis Minor)
Jadi,
sebagian yang menganggu kesehatan itu adalah maag (Simpulan)
Silogisme
kategoris majemuk
Silogisme
adalah bentuk silogisme yang premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis-jenisnya :
1.
Epicherema
Silogisme
yang salah satu atau kedua premisnya disambung dengan pembuktian
Contoh :
Semua
manusia dapat mendengar karena memiliki telinga
Martha
adalah manusia
Jadi, Martha
dapat mendengar.
2.
Enthymema
Silogisme
yang salah satu premisnya atau kesimpulannya dilampaui
Silogisme
ini disebut juga dengan silogisme yang dipersingkat.
Contoh :
(Versi
Lengkap)
Anjing
adalah makhluk hidup
Chihuahua
adalah anjing
Jadi,chihuahua
adalah makhluk hidup
Chihuahua
adalah anjing. Jadi, chihuahua adalah makhluk hidup (Versi Singkat/enthymema)
3.
Polisilogisme
Poli artinya banyak.
Polisilogisme berarti deretan silogisme dimana kesimpulan silogisme
yang satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
Contoh :
Seseorang yang rakus adalah seseorang yang
menginginkan lebih dari yang dimiliki.Seseorang yang menginginkan lebih dari
yang dimiliki, merasa tidak puas.
Jadi, seorang yang rakus merasa tidak puas.
Seorang yang kikir merasa tidak puas.
Budi adalah seorang yang kikir.
Maka, Budi merasa tidak puas.
4)
Sorites
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Premis
tersebut dihubungkan satu sama lain.
Contoh :
Seseorang yang pandai adalah seseorang yang
gemar membaca.
Seseorang yang gemar membaca banyak memiliki
ilmu.
Seseorang yang banyak memiliki ilmu adalah
seseorang yang berprestasi.
Jadi, seseorang yang pandai adalah seseorang
yang berprestasi.
Sumber :
- Power Point yang dibuat oleh Tim Dosen KBK Filsafat Universitas Tarumanagara
- Alex Lanur OFM , Logika : Selayang Pandang,
Yogyakarta : Kanisius