RSS

Pertemuan II Metafisika dan Aksiologi

Halloooo semuanyaaaa.. Pada pertemuan yang kedua ini, akan membahas mengenai Metafisika dan Aksiologi.. tapiiii, sebelum nya saya akan memberitahu apa saja cabang-cabang filsafat..


Cabang-cabang filsafat :

Cabang Filsafat
Mempelajari
Epistemologi
Filsafat ilmu pengetahuan
Metafisika:
a.      Metafisika Umum
b.      Metafisika Khusus

Ontologi
Kosmologi, Teologi Metafisik, Antropologi
Logika
Ilmu berfikir kritis
Etika
Filsafat tingkah laku
Estetika
Filsafat keindahan
Aksiologi
Filsafat nilai
Fil. Khusus dari berbagai disiplin umum
Fil. Pendidikan, fil. Agama, fil. Hukum, dll
Oiyaa, saya ingin menjelaskan sedikitttt mengenai cabang filsafat bagian Epistemologi.. secara etimologis, kata epistemolog berasal dari bahasa Yunani, yaitu episteme (pengetahuan) dan logos (kata, pikiran, kecakapan, ilmu). Singkat nyaaaa, epistemologi itu cabang dari ilmu filsafat yang membahas mengenai bagaimana cara mendapat pengetahuan..

Pengetahuan itu ada 3 jenis :
a. Pengetahuan biasa : pemikiran yang masih harus diuji secara lebih lanjut.
b. Pengetahuan ilmiah : pengetahuan diperoleh secara ilmiah dan dijamin kebenarannya.
c. Pengetahuan filsafat : pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, analitis, dan sistematis.

Sumber-sumber pengetahuan:


- Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz

 mereka mengatakan bahwa sumber pengetahuan berasal dari akal budi atau rasio.

- Bacon, Hobbes, Locke
  mereka mengatakan bahwa sumber pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi. 


Teori kesahihan pengetahuan:
Suatu kebenaran dikatakan bernilai kebenaran jika memenuhi:

1. Teori kesahihan koherensi



 memiliki hubungan dengan gagasan yang sebelumnya.
Contoh : ketika kita ingin makan nasi karena dalam keadaan lapar, maka sebelumnya nasi tersebut telah tersedia terlebih dahulu barulah kita makan nasi.


2. Teori kesahihan korespodensi

 memiliki kaitan erat dengan kepastian inderawi dan sesuai realita.
Inderawi berarti berkaitan dengan indera
Contoh : a. Di  UNTAR , ada dosen yang bernama Denrich Suryadi, M. Psi, Psi. (hal ini benar karena sesuai dengan realita)

3. Teori kesahihan pragmatis

 memiliki suatu kegunaan.
Contoh : Menurut Maria, Fakultas Psikologi itu baik 
Hal ini sangat berguna menurut Maria, karena dia yang merasakan.
Namun, hal ini bisa juga dikatakan bahwa Fakultas Psikologi itu kurang baik.
Misal : Jessi berkuliah di Akper Husada, maka beliau berpikir Fakultas Psikologi kurang baik maka hal ini tidak berguna bagi Jessi namun berguna bagi Maria.
Teori ini berguna jika seseorang yang bersangkutan merasakan dan mengalaminya.

4. Teori kesahihan logikal
 teori ini tidak perli dibuktikan lagi.
Contoh : Lingkaran itu bentuknya bulat (hal ini tidak perlu bukti)


Lanjut ke materi METAFISIKA yaaa hihih..

METAFISIKA

Secara etimologis, metafisika berasal dari kata meta to physikaMeta yang berarti setelah , physika yang berarti hal-hal di alamNama metafisika itu sendiri diberikan oleh Andronikos dari RhodesGagasan metafisika lahir dari Yunani yang diproklamirkan oleh Aristoteles.
Metafisika adalah studi tentang keberadaan atau realitas.

          (Aristoteles)

Berikut ini adalah definisi metafisika:
1. Suatu upaya untuk mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan.
2. Usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas.
3. Pembahasan mengenai segala sesuatu yang ada.



Metafisika dibagi menjadi dua :

1.Metafisika Umum (Ontologi) 
2.Metafisika Khusus (Kosmologi, Teologi Metafisik , dan Antropologi)


Metafisika Umum:
    
 -Ontologi-

Ontologi membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh..
Dalam Ontologi terdapat tiga teori:
1. Idealisme
"yang ada" sesungguhnya berada pada dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dari sesungguhnya.
Contoh : Ketika kita ada di taman lalu memejamkan mata dan memikirkan kita berada di pantai yang sangat indah (maka hal inilah yang disebut dengan sesungguhnya), sementara ketika kita membuka mata kita maka itu hanya merupakan bayangan.

2.Materialisme
Teori ini bertentangan dengan teori idealisme. Teori ini menolak hal yang tidak kelihatan. 
"Ada yang sesungguhnya" adalah yang kederadaannya semata-mata material.
atau dapat diartikan sebagai teori yang mengesampingkan alam inderawi.

3. Dualisme
Teori ini tentang suatu ajaran yang bersumber dari dua substansi yang berbeda.

Metafisika Khusus:

-Kosmologi-

Secara etimologis, kata kosmologi berasal dari kosmos dan logos
kosmos : dunia/ketertiban
logos : ilmu
Jadi, kosmologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam semesta.
Kosmologi memandang alam sebagai suatu totalitas dari fenomena.

-Teologi Metafisik-

dikenal dengan theodicea. Di teologi metafisik dibahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia ini. Tokoh yang menganut teologi metafisik:
Anselmus, Descartes, Thomas Aquinas, Immanuel Kant.

Para tokoh di atas membuktikan bahwa Allah itu ada, dengan bukti sebagai berikut:
1.       Argumen ontologis 
             Semua manusia memiliki ide tentang Tuhan. Realitas lebih sempurna dari ide.
            Tuhan itu pasti ada dan realitas lebih sempurna dari ide manusia tentang Tuhan.
1.      Argumen kosmologis
            Argumen ini disebut juga sebagai sebab-akibat.
            Setiap akibat pasti memiliki sebab. Dunia(kosmos) adalah akibat.
            Penyebab dunia ada adalah Tuhan. Jadi, Tuhan lah yang menciptakan dunia
2.      Argumen teologis
            Segala sesuatu memiliki tujuan, seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya.
            Pengatur suatu tujuan adalah Tuhan.
3.      Argumen moral
            Manusia bermoral untuk dapat membedakan yang baik dan buruk.
            Dasar dan sumber moral adalah Tuhan.



-Antropologi-

Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal"). Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

-Selesaiii materi untuk Metafisikaaa.. Lanjut ke materi berikut nya yah!! keep spirittttt!!-

AKSIOLOGI 

Aksiologi secara etimologis berasal dari kata axios (nilai) dan logos (ilmu).
Aksiologi merupakan cabang dari filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.

Berikut ini adalah beberapa definisi dari aksiologi :

1.      Surisumantri  menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

2.      Aksiologi adalah suatu kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajia tentang nilai-nilai, khususnya etika.


3.      Aksiologi adalah bagian filsafat yang memperhatikan tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan perbuatan manusia.

Aksiologi memberikan suatu jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan, bagaimana kaitan antara cara pengetahuan tersebut dengan kaidah nilai, bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan nilai.
Nilai yang dimaksud dalam aksiologi adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai..

Aksiologi membedakan fakta dan nilai.
Apakah fakta itu??
-Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata.
Apakah nilai itu??
-Nilai adalah sesuatu yang memikat. Pemberian nilai tergantung dengan pandangan individu.

Nilai berperan dalam konteks apresiasi, sementara fakta ditemukan dalam konteks deskripsi.

Ilustrasi:
Ketika kita berkunjung ke suatu pameran lukisan terkenal di seluruh dunia, maka kita akan melihat lukisan terkenal tersebut..
disaat kita melihat lukisan yang ada kita dapat memberikan suatu nilai.
Contoh, lukisan yang kita lihat itu lukisan pemandangan ysng indah, maka nilai yang dapat kita berikan adalah karya lukisan tersebut bagus / mengagumkan..

Nilai berkaitan dengan fakta, kita tidak dapat menilai sesuatu jika tidak didukung fakta yang ada.
Terdapat tiga ciri nilai ;
1. Nilai berkaitan dengan subjek.
2. Nilai tampil dalam konteks praktis.
3. Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki objek.
    subjek → pemberi nilai (kita)
    objek → hal yang dinilai 

Macam-macam nilai : nilai ekonomis, nilai estetis, nilai moral,dsb.

Nilai ekonomis → berkaitan dengan hukum ekonomi.
Nilai estetis → berkaitan dengan keindahan.
Nilai moral → berkaitan dengan moral manusia.

Dalam hal ini akan dibahas mengenai nilai moral.
Ciri nilai moral :
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita sebagai manusia
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Bersifat mewajibkan (adat istiadat). cth: Harus saling gotong-royong dalam kehidupan
    bermasyarakat.
4. Bersifat formal (nilai moral terkait dengan nilai lainnya). cth: Seorang yang membuang sampah di
    pinggir jalan akan mendapat "cap" buruk dari orang-orang yang melihat, hal ini membuat nilai
    estetika (keindahan) menjadi turun.. Nilai estetikanya adalah jalanan, yang sebelumnya bersih
    tidak ada sampah, namun menjadi kotor dan menurunkan nilai estetika karena ada nya sampah
    yang dibuang tidak pada tempatnya.


Nilai dibagi dalam empat kelompok :
1. Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan
2. Nilai vitalitas, yang meliputi perasaan halus, kasar, luhur, dll.
3. Nilai rohani, seperti nilai estetis (bagus/jelek), benar/salah (tidak terikat pada inderawi)
4. Nilai religius, seperti kudus/tidak kudus

Dari poin pertama hingga keempat, terdapat hierarki dari pengelompokkan empat nilai tersebut :
Nilai vitalitas lebih tinggi daripada nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan, nilai rohani lebih tinggi daripada nilai vitalitas, dsb.

Aksiologi dibagi dalam dua bagian, yaitu :
1. Etika (Fil. Etika)
2. Estetika (Fil. Keindahan)

-Etika-

Etika mengkaji tentang prinsip dan konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia.
Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat, norma, dan moral.
Etika juga sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
Contohnya : tindakan yang membedakan benar/salah menurut moral.
Ilustrasi : saat kita pergi ke tempat ibadah, maka kita menggunakan pakaian yang rapih, sopan, dan tertutup. selama ibadah berjalan kita mengikuti dengan baik dan tidak mengganggu yang lain. Hal itu  dapat dikatakan bahwa kita memiliki nilai etika.

-Estetika-

Estetika mengkaji mengenai prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni.
Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.

Suatu nilai dapat dikatan bersifat obyektif dan subyektif.
Nilai dikatakan obyektif apabila nilai-nilai tidak terkandung pada subyek, sementara nilai dikatakan bersifat subyektif apabila ada subyek yang berperan dalam memberikan penilaian.

 Nilai obyektif
Nilai obyektif harus sesuai dengan fakta dan tidak boleh sesuai dengan persepsi manusia
Misalnya :
Ketika kita ingin mengukur berat badan kita, maka kita akan menggunakan timbangan.
saat tertera angka,misalnya 55kg, maka berat badan kita adalah 55kg, hal ini sesuai dengan fakta yang ada.

Nilai subyektif
Misalnya, ketika kita melirik seseorang, maka dalam hal ini baik pria maupun wanita dapat memberikan penilaian pada seseorang yang diliriknya.
Contoh : Darius adalah mahasiswa yang tampan menurut penilaian Maria
Hal tersebut contoh nilai subyektif.


Setiap nilai tentunya memiliki peranan..
Apakah peranan nilai itu?
1. Nilai merupakan obyek sejati bagi tindakkan manusia.
2. Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya
    melalui tindakan-tindakannya.
3. Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
4. Memperkuat identitas kita sebagai manusia.

PERTEMUAN KEDUA SUDAH SELESAIIII!!!!! SENANGNYAAAAAAAAA.. Pengalaman yang saya dapat ketika pertemuan ke dua adalah campur adukkk, tetapi yang jelas tetap menyenangkan!! :) terimakasih dosen-dosen  dan cici asdos yang cantik dan penyabar.. Semoga blog ini berguna yah,

Sumber: Power Point yang dibuat oleh Tim Dosen KBK Filsafat Universitas Tarumanagara, Wikipedia.com (diunggah 22 Sept 2014)

4 komentar:

maginda mengatakan...

materinya lengkap bgt mar. 85 deh buat postingan ini

Khansa mengatakan...

materinya lengkap banget maria. ada lagunya lagu, jadi gak bosen nih
gue kasih nilai 86 deh
kunjungin n komen blog gue jga ya binarpsikolog.blogspot.com

Unknown mengatakan...

wih rapi menarik, keren deh. 87 buat mariahh :D

Unknown mengatakan...

materinya bermanfaat nih,,,

Posting Komentar