Pertemuan ke IV yang kedua membahas mengenai Konfirmasi, Inferensi, dan Konstruksi Teori..
Yukk bahas Konfirmasi duluuuuuu..
KONFIRMASI
Konfirmasi secara etimologis berasal dari bahasa Inggris (Confirmation)
yang berarti penegasan
Ada 2 aspek konfirmasi:
Konfirmasi Kuantitatif
|
misalnya : membuat penelitian dengan mengumpulkan sampel sebanyak
mungkin, yang pada akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum.
Jadi, secara sederhana jika dalam penelitian menggunakan banyak sampel maka digolongkan ke dalam konfirmasi kuantitatif. |
Konfirmasi Kualitatif
|
misalnya : dalam suatu penelitian terdapat wawancara dengan subyek secara
mendalam (depth interview)
|
PERLU DIINGAT!!
Konfirmasi berupaya mencari hubungan yang normatif antara hipotesis (kesimpulan
sementara) yang sudah diambil dengan fakta-fakta.
Contoh
Hipotesis : Besi jika dipanaskan akan memuai..
Hal ini, jika terdapat kesesuaian hipotesis dengan fakta maka hipotesis tersebut bersifat meneguhkan.
Contoh
Hipotesis : Besi jika dipanaskan akan memuai..
Hal ini, jika terdapat kesesuaian hipotesis dengan fakta maka hipotesis tersebut bersifat meneguhkan.
Jenis-jenis konfirmasi:
decision theory
|
kepastian berdasarkan keputusan 'apakah
hubungan antara hipotesis dengan fakta memiliki manfaat aktual
|
estimation theory
|
kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas
. Misalnya : statistik
|
reliability theory
|
menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah -
ubah terhadap hipotesis
|
Lanjute ke bagian INFERENSI yahh..
INFERENSI
Inferensi dapat diartikan sebagai proses penarikan konklusi dari satu
atau lebih proposisi (keputusan).
Inferensi bertolak dari pengetahuan yang telah dimiliki kemudian bergerak ke pengetahuan baru.
Penyimpulan dapat berupa "mengakui" atau "memungkiri" suatu kesatuan antara dua pernyataan.
Proses penarikan konklusi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan
cara deduktif dan induktif.
Inferensi deduktif terbagi dalam dua jenis :
1. Inferensi Langsung
2. Inferensi Tidak Langsung (Inferensi Silogistik)
Inferensi deduktif terbagi dalam dua jenis :
1. Inferensi Langsung
2. Inferensi Tidak Langsung (Inferensi Silogistik)
1. Inferensi Langsung |
Inferensi langsung adalah penarikan kesimpulan hanya dari satu
premis.
Premis adalah data/bukti/dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan. Kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan dari premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan tersebut. Dalam inferensi langsung ini, konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.. |
2.
Inferensi Tidak Langsung
|
Inferensi tidak langsung adalah penarikan konklusi dengan menggunakan dua
premis.
Dalam inferensi tidak langsung, konklusi yang ditarik tidaklah lebih umum
dari premis-premisnya.
|
Hukum Inferensi
1. Jika premis benar, maka kesimpulan benar
2. Jika premis salah, maka kesimpulan dapat salah, namun dapat juga benar
3. Jika kesimpulan salah, maka premis juga salah
4. Jika kesimpulan benar, maka premis dapat benar, namun dapat juga salah
1. Jika premis benar, maka kesimpulan benar
2. Jika premis salah, maka kesimpulan dapat salah, namun dapat juga benar
3. Jika kesimpulan salah, maka premis juga salah
4. Jika kesimpulan benar, maka premis dapat benar, namun dapat juga salah
Sekarang saya akan membahas mengenai KONSTRUKSI TEORI..
KONSTRUKSI TEORI
Konstruksi teori adalah suatu model/kerangka pikiran yang menjelaskan
fenomena alami/sosial tertentu..
Teori yang ada dirumuskan , dikembangkan , dievaluasi menurut metode ilmiah..
Teori yang ada dirumuskan , dikembangkan , dievaluasi menurut metode ilmiah..
Definisi menurut KBBI :
Pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan tentang suatu peristiwa.
Menurut Miarso
'Jendela' untuk mengamati gejala yang ada dan berdasar data empiris yang dianalisis dan disintesiskan.
Pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan tentang suatu peristiwa.
Menurut Miarso
'Jendela' untuk mengamati gejala yang ada dan berdasar data empiris yang dianalisis dan disintesiskan.
Konstruksi teori dibangun dengan :
- Abstraksi generalisasi
- Deduksi probabilistik dan deduksi apriori (spekulatif)
Tiga model konstruksi teori :
Aliran dalam konstruksi teori
1. Reduksionisme
Teori ialah suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris, dan tak dapat diuji langsung.
2. Instrumentalisme
Teori adalah pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi
3. Realisme
Teori dianggap benar bila real, bukan fiktif.
selesaaaiii hihihi
Sumber: - Power Point yang dibuat oleh Tim Dosen KBK Filsafat Universitas Tarumanagara
- Abstraksi generalisasi
- Deduksi probabilistik dan deduksi apriori (spekulatif)
Tiga model konstruksi teori :
1. Model korespondensi |
Kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang
lain
|
2. Model koherensi
|
Sesuatu dipandang benar jika sesuai dengan moral tertentu.
Model ini mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif - rasional universal dan kebenaran moral/nilai. |
3. Model paradigmatis
|
Kebenaran diatata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan
sesuatu yang kompleks.
|
Aliran dalam konstruksi teori
1. Reduksionisme
Teori ialah suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris, dan tak dapat diuji langsung.
2. Instrumentalisme
Teori adalah pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi
3. Realisme
Teori dianggap benar bila real, bukan fiktif.
selesaaaiii hihihi
Sumber: - Power Point yang dibuat oleh Tim Dosen KBK Filsafat Universitas Tarumanagara

4 komentar:
Mar blognya baguss sama backgroudnya juga :) 83 yah
postingannya sangat rapi. 90 deh
Sangat bermanfaat...
baguss singkat padat nilainya 88 yaa
Posting Komentar